Let's make a happy things!

Title : Hidden Love

Cast :

Kim yoohee

Lee sungmin

Cho kyuhyun

Genre : sad, and other genre

NB : No bash, it’s just fanfiction. The story true by me. Ever written in my facebook notes🙂 happy reading~

*SungMin P.O.V*

Aku adalah sahabat mereka  dan mereka juga adalah sahabatku. Aku, yoohee dan kyuhyun adalah sahabat baik yaitu tiga sahabat yang saling melengkapi. Semua hal yang ada di sekitarku atau dimanapun saja berubah karna waktu. Seperti juga antara persahabatan aku dan yoohee, kali ini aku merasa ada suatu perasaan yang menyelip di diriku di dalam kebersamaan ini perasaan yang namanya cinta, yaitu aku cinta kepada sahabatku sendiri yaitu aku cinta kepada yoohee, tanpa sepengetahuan KyuHyun.

Aku, lee sungmin ini  sempat membantah bahwa aku cinta kepada yoohee, perasaanku jungkir balik setiap bersama dengannya dan setelah aku amati lagi ternyata aku memang benar-benar mencintai yoohee. Tapi dalam kenyataan ini aku tidak mungkin aku menyatakan perasaan ini kepadanya, karna aku takut menhancurkan persahabatan ini, aku takut akan terjadi kesalah pahaman. Sesungguhnya aku ingin mencurahkan isi hatiku ini, tetapi kepada siapa ??, aku bingung aku ingin bercerita tentang ini kepada siapa, aku terbiasa bercerita kepada yoohee dan kyuhyun, namun tidak mungkin bercerita kepada yoohee karna dia orang yang aku cinta, dan aku tidak mungkin juga bercerita kepada kyuhyun, aku takut kyuhyun salah paham meskipun disini aku sangat bimbang dan tertekan dengan perasaanku..

“SungMin oppaaa…..”

Terdengar dari jauh suara yang memang sangat aku kenal suara itu.Aku pun berbalik badan, dan aku pun membalikkan badan keposisi semula,..

Karena yang memanggilku,.. adalah Yoohee,, sahabat sekaligus orang yang sangat aku cintai

“oppa…!”

Diapun memukul pundakku

“eh…kau? Ada apa ke sini??…”

“hm, gwenchanayo…aku hanya ingin bercerita kepadamu.. tentang perasaanku terhadap seorang namja”

Jantungkupun berdetang cepat,. Akhirnya, selama ini.. Yoohee bisa mengerti perasaanku\

“omo? Siapa dia? Apakah dia benar benar orang yang kau cintai?…”

Akupun semangat menanyakannya kepada-nya

“ne…aku sangat mencintainyaa… selama ini, aku baru sadar,.

Dialah yang pantas bagiku, meskipun ntah, aku akan memilikinya atau tidak.

Tapi, bagiku,. Itu tidak mungkin… karena…”

“aigo… kau ini memang sangat lucu ya..” sambil mencubit pipi Yoohee

“lalu? Siapakah namja itu? A—aaa..” (aku?)

“tapi oppa, kau jangan kaget mendengarnya…”

“ne, ppaaallii!! nugu??” dengan nada sangat memaksa, dan memasang wajah malu sekaligus berharap namaku yang di sebut

“oppa..Kyu-Oppa…” sambil senyum dan tertawa tawa sendiri

“omo?! Kau…kau..”

“ne, oppa.. aku sangat mencintainya.. memang aneh., tapi aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri oppa..”

“ne, aku mengerti.. tapi? Bagaimana? Aahh..”

“waeyo oppa? Kau tidak suka dengan perasaanku terhadapnya?”

“ooh..anio.. gwenchanayo..” sambil putus asa dan menundukkan kepala

“waeyo oppa? terus terang saja..”

“ne, aku akan mengatakannya.. tapi, nanti tidak sekarang..”

Akupun memegang tangannya Soohee dan langsung beranjak dari tempat duduk.

~~~~~keesokan harinya~~~~~

“hey.. hyung.. ayo bangun!..” Kyuhyun membangunkanku

“ahh,,ne…”

“heeey..hyung kita kan akan pergi ke sekolah.. kajja!”

Matakupun langsung terbuka mendengar perkataan Kyu..

Tapi, bukan mendengar kan perkataannya.. melainkan teringat kepada Soohee

“hm, pasti.. kau mencintaiku ya?”

“? mworago? A-aku? dan.. dan k-kau?” jawabku terbatabata

“hahah ayolaah, kita kan akan pergi ke sekolah, bukan begitu?”

Akupun langsung bangun dati posisi tidurku langsung menuju toilet.

Aku dan Kyu memang tinggal satu kamar di asrama ini. Begitu juga dengan Soohee. Tapi dia tidak berada di satu kamar dengan kami.

Selesainya aku mandi dan berpakaian, Kyu menyodorkan sebuah buah roti kepadaku

“ini hyung..untukmu, aku tau, kau lapar kan? Jadi aku memberimu ini”

Kata Kyu sambil tersenyum

“hm.. tak salah, Yoohee memilih dia sebagai orang yang sangat dia cintai,.

Karena dia memang seperti malaikat yang selalu ada di samping aku dan Yoohee”

Guamku dalam hati

“wae? apakau tidak suka dengan rotinya? Mianhae hyung..”

“anio..bukan begitu maksudku.. aku menyukai rotinya Kyu, ne..gomawo Kyu, kau memang dongsaengku yang baik” kata ku sambil memeluk Kyu

“eh? Apakau sudah makan?…”

“hah? ne..aku-..aku sudah makan. Jadi, itu untuk mu saja hyung”

“oh ne? Jinja? Kau sudah makan? Kalau begitu,.. aku akan memakannya

Karena.. karena aku sangat lapar..”

*Kyu P.O.V*

mianhae Hyung..aku berbohong kepadamu..

sebenarnya, aku belum makan,. Tapi aku rela karena aku tidak ingin melihatmu kelaparan dan sakit (?). Sebab aku sangat menyayangimu Hyung..

kataku dalam hati..

ntah mengapa.. dia sudah aku anggap sebagai Hyung ku, karena keramahan dia, sikap pedulinya, dan entah.. aku begitu merasa terlindungi saat berada di dekatnya. Walaupun dia.. ah sudahlah.. yang penting dia bisa makan dan tidak lapar..

“omo!!~ sudah jam 7 Kyu! Ppali! kita langsung pergi ke Lapangan!!”

“oh…ne Hyung”

Kami pun langsung pergi.

Sesampainya di lapangan, sudah tak ada anak-anak. Dan kami pun langsung ke kelas. Kebetulan, kelas kami beda, dan kamipun berpisah arah

“Gomawo Kyu, untuk rotinya..” teriakku sambil lari menuju kelas

“oh..ne Hyung..” balas Kyu

Sesampainya di kelas, semua teman dan termasuk guru,. Melihat ke arahku.

“Mianhae..aku terlambat lagi tanpa alasan yang jelas..”

“hm, jadi? Aku harus memberikan hukuman apa kepadamu?

apakah kau bersedia menerimanya?”

“ne,.. aku bersedia menerima hukumanku” jawabku

akupun menyimpan tas di bangkuku biasa duduk, dan langsung mengerjakan perintah dari Ajumma.~

“aish..apakah bisa, dia memberikan hukuman yang lain? Karena ini..

Aku sangat tidak suka…” kataku dalam hati

Karena hukumanku, menyikat wc.. iaakkk!!~

Tiba tiba, ada suara langkah kaki melewat dan kembali kehadapan ku

Ternyata, itu dia, Yoohee.. aku pun langsung berdiri

“omo~!! Oppa? Apa yang kau lakukan? Kena hukuman lagi?

Yaaah, pantas saja, tadi aku tidak melihat kau dan..”

“Kyu!! Yakan? Hm…”

Dan tiba tiba Kyu muncul,

“heey, sedang apa kalian? Ada apa memanggil namaku apakah kau memang benar2 mencintaiku hyung? hahaha” sambil tertawa

“ih dasar, kau ini.. aku bukan mencintaimu, tapi. S-ssh..s—sh”

Lagi lagi aku keceplosan,

“siapa itu oppa? Shelfira? Hahha” kata Yoohee

“hah? Siapa dia? Ntaah”

“hyung, apa yang kau lakukan? Mengapa kau menjadi rajin? Hahha”

Lagi lagi dia menertawakanku

“ah kau, ya.. aku sedang menjalani hukuman.. karena tadi, aku terlambat.

Jadi.. kenapa kau tidak dapat hukuman? Ahh beruntungnya jadi kau!! Chukkaeyo Kyu!”

Sambil melirik kea rah Yoohee, karena dia memang beruntung, Yoohee menyukainya

“mworago? nado, Aku juga dapat hukuman”

“mawo?”

“menertawakanmu.. hahha”

“ahh sudahlah Kyu,..” kata ku sambil menyikat lantai wc,.

“oppa, apakah perlu aku bantu?” Tanya Yoohee

“aah.. sudah hyung, terima saja bantuannya”

“mwo? g-gwenchanayo”

“kyaa~~ bahkan kau tidak mengerti.. Yoohee itu menyukaimu hyung”

“BBUKAANN!!~” kataku dan Yoohee berteriak bersama

“lalu siapa?”

“nanti, aku akan memberi tahumu. Tapi, tidak sekarang. Karena sekarang bukan waktu yang tepat” kataku serius

~~jam istirahat~~

@ kantin

*Yoohee P.O.V*

Baru baru ini, aku mencintainya. Dan rasanya ingin terus berada di dekatnya. Sangat sangatlah nyaman berada di dekatnya, wajahnya yang tampan, sifat rahmahnya. Dan ntah mengapa, aku tidak tertari kepada namja yang lain, hanya kau Kyu oppa

“uy!~~”

Tiba tiba SungMin oppa mengagetkanku

“eh? Oppa?”

“ne, Yoohee. Apakah kau benar benar mencintaiku?”

“hm?, maksudmu?”

“ahh..ehh maksudku mencintainya..?”

“ya, aku sangat mencintainya, dari sisi manapun, aku tetap mencintainya oppa”

Sambil memegang perut dan merasa kesakitan (kyu)

“w-waeyo K-Kyu?”

“gwenchanayo Hyung, aku hanya sakit perut saja. Karena tadi pagi, aku belum sarapan”

“hah? Jadi kau berbohong kepadaku? Ohh Kyu., aku tidak ingin melihatmu sakit, dan aku takut kau tidak bisa…”

“Tidak bisa?” lanjut Kyu

“tidak bisa sekolah!”

Sebenarnya, tadi aku bermaksud berkata ‘tidak bisa menjaga Yoohee’ karena keadaanku yang seperti ini, aku takut membuatmu dan dia repot,. Jadi aku tidak memberi tahu kalian. Aku hanya ingin melihat orang yang aku cintai bahagia, walaupun bahagia bukan denganku, melainkan dengan yang lain. Tapi, di umur singkatku ini., aku sangat sangatlah banyak berharap untuk bisa memberi tahu perasaanku kepadamu Yoohee, walaupun kau tidak ada perasaan kepadaku.

“hya Oppa, apakah kau mau ini?” kata Yoohee sambil menyodorkan segelas jus kepada Kyu

“baiklah…”

Hatiku terasa sakit melihat mereka yang bisa berbahagia bersama. Dan Kyu, mungkin akan mulai menyadarinya. Dengan jawabannya yang menerima minuman tersebut.

“dan ini.. untukmu Hyung”

ternyata Kyu menerima jus tersebut untukku. Sungguh sangat bahagianya aku, mempunyai namdongsaeng sepertimu.

“loh?” kata Yoohee sambil memasang wajah kebingungan

“kkk!… lihat Yoohee. Bahkan Kyu lebih baik dari pada kau !”

Haha aku dan Kyu tertawa. Dan Yoohee hanya menggeleng – gelengkan kepala

###beberapa hari kemudian###

***jam istirahat***

Akupun berjalan menuju kamar Kyu dan SungMin oppa

“tok…tok…tok..”

Sudah berulang kali tak ada yang menjawab.

Tak lama, Kyu oppa datang *wew dari jauh, sudah ku kenal dia. Wajahnya yang sangat tampan, tak bisa kulupakan. Seakan dialah yang menjadi…..

“hey kau! Ada apa? Apakah kau ada perlu dengan SungMin oppa?”

Tanya Kyu oppa kepadaku

“sebenarnya, aku kemari ingin bertemu denganmu oppa.”

Guamku dalam hati

“ayo?! Apakah kau ingin bertemu dengan SungMin oppa?”

Tak lama, SungMin oppa datang

“heeey kalian berdua! Sedang apa disini??”

Akupun mengajak mereka untuk ke kantin sekolah.

@ kantin

“jigeum….?” Tanya SungMin oppa

“aku mangjak kalian ke sini hanya untuk menghabiskan waktuku bersama kalian. Karena waktu bersama kalian lebih penting, dan aku takkan menyianyiakannya.”

Tiba tiba SungMin oppa menjatuhkan air mata

“hyung, ada apa denganmu? Apa kau menangis karena ku?”

Tanya Kyu

“tidak Kyu, aku hanya….”

“hanya apa?” lanjut Yoohee

“maaf, aku tidak bisa memberi tahu kapada kalian, lain waktu mungkin menjadi waktu yang baik” kata SungMin oppa

Lalu, SungMin oppa pergi meninggalkan kami berdua.

Jadi, tinggal aku dan Kyu oppa yang berada di sini

“kyu oppa….aku ingin memberi tahu sesuatu padamu”

“apakah itu Yoohe?”

“tapi, kumohon kau jangan marah…”

Tiba tiba bel sekolah berbunyi

“ne,,,.. tapi tidak sekarang, karena bel sekolah sudah berbunyi”

Kata Kyu oppa sambil mengusap rambutku

—pada saat di kelas—

“hey hyung, apa yang membuatmu menangis tadi?”

Kata Kyu mengirim pesan lewat ponsel kepada Sungmin

“ssttt…. Diam..”

Balas SungMin

Jam pelajaran pun berakhir, akhirnya semua kelas dibubarkan

“Kyu oppa!…..”

Teriakku dari jauh sambil menghampiri.

Dan SungMin oppa hanya berjalan sambil menundukkan kepala

“wae oppa?” Tanya ku

Dan ia hanya menggeleng gelengkan kepala

*SungMin P.O.V*

Maafkan aku Kyu, Yoohee. Aku tidak bisa menjelaskan kepada kalian soal apa penyebab ku menangis tadi. Yang jelas, aku akan member tahu kalian, tapi tidak sekarang. Kuharap kalian jangan khawatirkan aku.

~keesokan harinya~

Tepat pukul 5.30 pagi

“Kyu, ayo banguunn !”

Bisikku perlahan sambil mengusap pundak Kyu

“eh? Hyung? Tumben kau yang membangunkanku. Mianhae hyung, jadi kau harus yang membangunkanku,”

“gwenchanayo Kyu, aku hanya ingin meminta tolong kepadamu”

“apakah itu hyung?”

“tolong beri tahu kepada wali kelas, aku tidak masuk. Ada urusan..”

“urusan apa itu ?”

“ah, kau tak usah tau, aku akan memberi tau kepadamu. Dan ingat pada jam pulang nanti, kau jangan langsung masuk ke kamar,. Kau harus tunggu di dekat gerbang. Ingat ya?”

“ne, baik hyung!”

Jawab Kyu semangat

Akupun bergegas menuju toilet.

Dan segera berangkat dengan urusan yang akan ku kerjakan

*Kyu P.O.V*

Ada urusan apa ya hyung? tumben, dia tidak memberi tahuku. Selalu saja dia berkata “nanti jika ada waktu yang tepat”” kataku sambil tertawa

^jam pulang tiba^

“eh Yoohee !”

“ada apa oppa?”

“tidak, kau tunggu disini denganku. Itu perintah SungMin oppa!”

“ne, baiklah” kataku tersenyum malu

Aku dan Yoohee cukup lama menunggu di dekat gerbang,. Tiba tiba ada seorang tukang pos datang

“ne?” Tanya Yoohee

“aku hanya ingin menyampaikan surat ini. Gamsahamnida”

Sambil menjauh dari gerbang dan segera pergi

Tertera di surat itu tulisan :

Kepada Cho KyuHyun dan Kim Yoohee

Aku dan Yoohe jalan menuju kursi depan kelas. Lalu kubuka dan kubaca surat tersebut. Dan ternyata surat tersebut dari SungMin hyung

“annyeong… hey kalian berdua ! pasti kalian heran ya, kenapa aku memberi kalian surat? Jadi, disini aku akan jelaslan…

Begini, mian… tentang hal2 yang tidak bisa aku ungkapkan pada kalian secara langsung waktu itu, karena waktunya belum tepat, dan sekarang, mungkin sudah tepat bagiku. Yang pertama, pada saat kau Yoohee, mencurahkan isi hatimu padaku dan aku kaget mendengarnya, itu karena aku mencintaimu dan tak bisa menerima kenyataan bahwa kau malah mencintaki Kyu. Yang kedua, pada saat kau memberiku roti, Kyu. Dan aku terdiam, karena aku berfikir, kau adalah dongsaengku yang sangat baik.  Yang ke3, pada saat aku sedang dihukum menyikat wc, kau berkata Yoohee mencintaiku, tapi, kau salah Kyu,. Yoohee itu mencintaimu. Yang ke 4, pada saat aku menangis di kantin. Karena sebenarnya …. Aku mengidap penyakit, maaf aku tidak memberi tahu kepada kalian secara langsung, dan sekarang semua telah aku katakan kepada kalian, maaf walau lewat sepucuk surat yang tak berarti apa-apa. Isi dari surat ini singkat. Aku hanya ingin meminta maaf kepada kalian atas semua kesalahanku. Karena, selama ini, aku merasa belum memberikan apa apa kepada kalian, hanya memberikan beban, dan beban .dan hm…. Ini yang paling ku tunggu-tunggu untuk mengatakannya kepada kalian. Sisa umurku itu singkat! haha penyakit yang aku idap ini bisa dibilang cukup ‘ganas’, tapi … kalian tak perlu tahu penyakit apa. Maafkan aku jika belum pernah memberikan kalian kebahagiaan sampai saat ini, meski berat aku tidak bisa melawan. Tak ada yang pernah menggantikan kalian di dunia ini. Semoga kalian menerima kehadiranku di  kehidupan kalian yang kemarin. Tak usah Tanya lagi sekarang aku berada dimana. Yang jelas, aku sudah pergi jauh dari kalian. Sangat kuhargai kebaikan dan kesetiaan kalian yang selalu ada di sampingku, memang persahabatan kita sudah terjalin dan bisa dibilang ‘cukup lama’ tapi kehadiranku tidak sesempurna kehadiran yang kalian berikan kepadaku. Dan terimakasih sudah mau menjadi tempat curhatku, tempat aku bisa mencurahkan isi hatiku. Ohiya, Kyu, aku menitipkan Yohee kepadamu. Jaga dia baik baik, jangan kau membiarkan dia sendirian dan sedih. Kau harus selalu ada di sampingnya sama saat kau selalu berada di sampingku. Tak ada bedanya kan, aku ada atau tidak? Hehe yang jelas, kalian tak usah memikirakan keadaanku, aku mungkin disini sudah lebih tenang dengan melihat kalian berbahagia. Kata terakhir yang ingin aku ucapkan kepada kalian,.. gomawo, saranghae Cho Kyuhyun dan Kim Yohee”

Kyu dan Yohee menangis menjadi jadi, saat membaca pesan terakhir dari sungmin.

“hyung, aku akan melakukan semua yang kau pinta, termasuk menjaga sohee”

Kata Kyu sambil melihat kea rah Sohee yang sedan duduk di sebelahnya

“hm, kamsahamnida oppa, jigeum, Kyu bisa menjadi milikku. Itupun atas permintaanmu, aku sangat tidak segan. Oppa, semoga kau bisa tenang di atas sana. Kami akan melakukan yang terbaik untukmu”

Kyu dan Sohee perlahan menjatuhkan air mata lagi dan melihat ke langit di atas. Tak sadar, Yohee menyandar di pundak Kyu.

Sejak saat itu Kyu dan Yohee berpacaran. Mereka hidup bahagia, begitu juga dengan Sungmin yang sudah tenang dan bahagia di atas sana sambil tersenyum🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: